Ilustrasi - Anak-anak memilih dan membaca buku sebelum pembagian buku bacaan secara gratis pada kegiatan Minggu Baca Ramai-Ramai (MIBARA) di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh, Minggu (18/5/2025). Pembagian seratusan buku bacaan gratis kepada pengunjung dewasa dan anak usia sekolah itu untuk meningkatkan minat baca, budaya literasi dan pengetahuan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional. ANTARA FOTO/Ampelsa/Spt. Jakarta (ANTARA) - Membaca buku sebelum tidur dengan lampu yang redup mungkin menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun, ada satu nasihat yang cukup sering terdengar sejak dulu, "jangan membaca di tempat gelap, nanti matanya rusak".
Jawabannya ternyata tidak sesederhana anggapan yang selama ini beredar. National Eye Institute (NEI) menyebut membaca dalam kondisi pencahayaan redup memang dapat membuat mata terasa lelah, tetapi tidak menyebabkan kerusakan pada mata. Jadi, membaca di tempat yang kurang terang bukan berarti otomatis membuat mata rusak atau menyebabkan seseorang menjadi rabun.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kenapa mata terasa lelah saat membaca di tempat gelap?
Saat membaca, mata harus terus menyesuaikan diri agar tulisan dapat terlihat dengan jelas. Ketika pencahayaan terlalu redup, kontras antara tulisan dan latar belakang menjadi kurang nyaman untuk dilihat.
Akibatnya, seseorang mungkin lebih cepat merasa lelah ketika membaca. Mata bisa terasa pegal, kering, atau tidak nyaman. Kondisi tersebut biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah mata mendapatkan waktu untuk beristirahat.
Dengan kata lain, rasa lelah yang muncul setelah membaca dalam kondisi gelap bukan berarti mata sedang mengalami kerusakan permanen.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Meski tidak terbukti merusak mata, bukan berarti membaca dalam kondisi sangat gelap merupakan kebiasaan yang ideal.
Pencahayaan yang cukup tetap penting agar aktivitas membaca terasa nyaman. Lampu yang terlalu redup dapat membuat mata bekerja lebih keras untuk melihat tulisan, sedangkan pencahayaan yang terlalu terang atau menimbulkan pantulan juga bisa membuat mata tidak nyaman.
Karena itu, sebaiknya gunakan sumber cahaya yang cukup untuk menerangi halaman atau layar tanpa membuat silau. Posisi lampu juga perlu diperhatikan agar cahaya tidak langsung memantul ke mata.
Bagaimana dengan membaca lewat ponsel di kamar gelap?
Membaca melalui ponsel dalam kamar yang gelap tidak otomatis membuat mata rusak. Namun, menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata atau digital eye strain pada sebagian orang.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah bahwa cahaya dari layar komputer merusak mata. Meski demikian, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat berkaitan dengan keluhan seperti mata lelah dan tidak nyaman.
Selain itu, penggunaan ponsel dengan layar sangat terang ketika lingkungan sekitar gelap dapat terasa menyilaukan. Karena itu, tingkat kecerahan layar sebaiknya disesuaikan dengan kondisi ruangan agar mata tetap nyaman.
Ada pula kondisi yang sangat jarang dikenal sebagai transient smartphone blindness, yakni gangguan penglihatan sementara yang dilaporkan terjadi setelah menggunakan ponsel dalam posisi tertentu di ruangan gelap. Kondisi ini berbeda dari kerusakan mata akibat membaca dalam gelap dan berkaitan dengan adaptasi mata terhadap perbedaan paparan cahaya antara kedua mata.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Anggapan lain yang juga sering muncul adalah mata akan rusak jika terlalu banyak digunakan.
Faktanya, NEI menyebut mata tidak akan "aus" hanya karena terlalu sering digunakan. Namun, aktivitas visual dalam waktu lama tetap dapat menyebabkan mata terasa lelah atau tidak nyaman, sehingga memberikan jeda tetap menjadi kebiasaan yang baik.
Saat membaca buku maupun menggunakan perangkat digital, cobalah sesekali mengalihkan pandangan dari objek dekat dan memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat.
Daripada terlalu khawatir membaca di tempat gelap akan membuat mata rusak, perhatian sebaiknya diarahkan pada kenyamanan saat membaca.
Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup. Jika membaca buku, posisikan lampu sehingga halaman terlihat jelas dan tidak menimbulkan bayangan yang mengganggu.
Jika menggunakan laptop atau ponsel, atur tingkat kecerahan layar agar tidak terlalu menyilaukan. Jarak pandang juga perlu dibuat nyaman dan hindari menatap layar terus-menerus tanpa jeda.
Kebiasaan sederhana seperti berkedip secara teratur dan mengistirahatkan mata juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Jangan langsung menyalahkan kebiasaan membaca
Jika seseorang mengalami mata sering lelah, buram, sakit kepala ketika membaca, atau kesulitan melihat tulisan, penyebabnya belum tentu karena kebiasaan membaca di tempat gelap.
Gangguan penglihatan dapat memiliki berbagai penyebab. Bahkan, penelitian yang didukung NEI menunjukkan bahwa hubungan antara aktivitas membaca dan perkembangan rabun jauh atau miopia merupakan persoalan yang lebih kompleks dan melibatkan berbagai faktor visual serta lingkungan.
Karena itu, apabila keluhan penglihatan terus muncul atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan mata menjadi langkah yang lebih tepat daripada sekadar mengganti kebiasaan membaca.
Pada akhirnya, anggapan bahwa membaca di tempat gelap pasti membuat mata rusak ternyata lebih banyak merupakan mitos. Pencahayaan yang redup memang bisa membuat mata cepat lelah dan tidak nyaman, tetapi tidak berarti kebiasaan tersebut secara langsung menyebabkan kerusakan mata.
Meski begitu, membaca dengan pencahayaan yang cukup tetap menjadi pilihan yang lebih nyaman. Jadi, kalau ingin membaca sebelum tidur, tidak perlu panik hanya karena lampu kamar dibuat redup. Pastikan saja tulisan tetap terlihat jelas, layar tidak terlalu menyilaukan, dan berikan mata waktu untuk beristirahat ketika mulai terasa lelah.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Sumber Rujukan Berita Resmi: antaranews.com (https://www.antaranews.com/berita/5731428/benarkah-membaca-di-tempat-gelap-bisa-merusak-mata-ini-faktanya)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
✍️ Tulis Komentar