Ilustrasi - Prosedur perawatan kulit wajah. (ANTARA/Pexels/Arina Krasnikova.) Jakarta (ANTARA) - Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai faktor eksternal sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit. Lapisan ini juga membantu mencegah air di dalam tubuh keluar dan menguap.
Namun, kebiasaan sehari-hari dalam merawat kulit ternyata dapat mengganggu fungsi skin barrier. Dikutip dari Healthline dan Cleveland Clinic, berikut sejumlah kebiasaan yang dapat memengaruhi kondisi skin barrier:
Sering mencuci wajah atau overwashing dapat mengganggu skin barrier. Pembersihan yang berlebihan berisiko mengganggu keseimbangan lipid pada lapisan kulit sehingga meningkatkan risiko kulit kering dan iritasi. Kondisi ini dapat membuat wajah terasa kencang atau tertarik setelah dicuci. Jika sensasi tersebut sering muncul, hal itu bisa menjadi tanda bahwa lapisan pelindung kulit mulai terganggu.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Eksfoliasi dilakukan untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, terlalu sering melakukan eksfoliasi atau overexfoliation dapat memberikan dampak sebaliknya pada kulit. Kebiasaan ini dapat membuat kulit mengalami iritasi dan menjadi lebih sensitif.
3. Menggunakan sabun atau bahan yang terlalu keras
Penggunaan sabun yang bersifat alkali maupun paparan bahan kimia keras dapat memengaruhi skin barrier. Produk yang terlalu keras dapat mengganggu lapisan pelindung kulit sehingga kulit menjadi lebih rentan mengalami masalah.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Menjaga kelembapan merupakan salah satu fungsi penting skin barrier. Ketika kulit tidak mendapatkan kelembapan yang cukup, fungsi lapisan pelindung tersebut dapat terganggu. Oleh karena itu, tidak menggunakan pelembap juga termasuk kebiasaan yang perlu diperhatikan dalam perawatan kulit.
Menggosok atau scrubbing kulit secara berlebihan dapat memberikan tekanan dan gesekan pada permukaan kulit. Kebiasaan tersebut dapat merusak skin barrier dan membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.
6. Terlalu banyak terpapar sinar matahari
Kulit menghadapi berbagai faktor dari lingkungan setiap hari, termasuk paparan sinar matahari. Paparan yang terlalu banyak dapat memengaruhi kondisi skin barrier. Melindungi kulit dari paparan sinar matahari menjadi hal penting dalam menjaga lapisan pelindung kulit.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi skin barrier. Lingkungan yang terlalu kering atau terlalu lembap, serta paparan polusi, alergen, dan iritan, dapat memberikan tekanan pada lapisan pelindung kulit. Artinya, kondisi skin barrier tidak hanya dipengaruhi oleh produk yang digunakan pada kulit, tetapi juga lingkungan sekitar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Sumber Rujukan Berita Resmi: antaranews.com (https://www.antaranews.com/berita/5743115/7-kebiasaan-sehari-hari-yang-dapat-merusak-skin-barrier)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
✍️ Tulis Komentar