Kenapa ingus berbau busuk? Ini 7 penyebab dan cara mengatasinya
Gaya Hidup

Kenapa ingus berbau busuk? Ini 7 penyebab dan cara mengatasinya

Ilustrasi - Sinusitis. Adobe Stock Jakarta (ANTARA) - Ingus atau lendir hidung biasanya tidak memiliki aroma yang menyengat. Namun, pada kondisi tertentu, lendir yang keluar dari hidung bisa berubah menjadi lebih kental, berwarna berbeda, bahkan mengeluarkan bau busuk.

Kondisi ini tentu cukup mengganggu, terlebih jika bau tersebut muncul terus-menerus. Ingus berbau tidak sedap juga tidak selalu berarti pilek biasa. Dalam beberapa kasus, keluhan ini dapat berkaitan dengan infeksi pada hidung atau sinus, adanya benda asing di dalam hidung, hingga masalah pada gigi.

Karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya agar penanganannya tidak keliru. Berikut sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan ingus berbau busuk dan cara mengatasinya.

Berikut beberapa kondisi yang dapat membuat lendir dari hidung mengeluarkan aroma tidak sedap, merangkum dari sejumlah sumber

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Salah satu penyebab ingus berbau busuk adalah infeksi bakteri pada hidung atau saluran pernapasan. Bakteri dapat berkembang di dalam lendir yang menumpuk dan menghasilkan zat yang menimbulkan aroma tidak sedap.

Selain bau pada ingus, infeksi bakteri dapat disertai hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, atau lendir yang tidak kunjung membaik.

Jika keluhan menetap atau semakin parah, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Antibiotik mungkin diperlukan pada infeksi bakteri tertentu, tetapi penggunaannya sebaiknya berdasarkan pemeriksaan dan anjuran dokter.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sinusitis terjadi ketika rongga sinus mengalami peradangan. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi virus maupun bakteri dan membuat lendir lebih sulit mengalir keluar.

Akibatnya, lendir dapat menumpuk di dalam sinus dan menimbulkan aroma yang tidak sedap. Sinusitis juga biasanya disertai hidung tersumbat, nyeri atau rasa tertekan di sekitar wajah, serta berkurangnya kemampuan mencium.

Ingus berwarna kuning atau kehijauan memang bisa muncul pada sinusitis, tetapi warna lendir saja tidak dapat memastikan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri.

Rhinitis atrofi merupakan kondisi yang relatif jarang terjadi ketika jaringan di dalam hidung mengalami penipisan dan rongga hidung menjadi lebih lebar. Kondisi ini dapat membuat hidung menjadi sangat kering dan membentuk kerak.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kerak yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap. Penderitanya juga bisa mengalami hidung kering, mimisan, atau gangguan penciuman.

Karena penyebabnya membutuhkan penanganan khusus, keluhan seperti ini sebaiknya diperiksa oleh dokter, terutama dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan lunak yang umumnya bersifat jinak dan dapat muncul di dalam hidung atau sinus. Ukurannya yang cukup besar dapat mengganggu aliran lendir.

Ketika lendir tidak dapat mengalir dengan baik, terjadi penumpukan yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan menimbulkan bau tidak sedap.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Polip juga dapat menyebabkan hidung tersumbat, pilek berkepanjangan, berkurangnya kemampuan mencium, serta rasa tertekan di sekitar wajah.

Benda asing yang masuk ke dalam hidung merupakan salah satu penyebab yang perlu diperhatikan, terutama pada anak-anak.

Benda kecil seperti manik-manik atau bagian dari mainan dapat tanpa sengaja masuk ke hidung. Tubuh kemudian memproduksi lebih banyak lendir sebagai respons. Jika benda tersebut berada cukup lama, lendir dapat menumpuk dan mengalami infeksi sehingga mengeluarkan bau busuk.

Salah satu petunjuk yang cukup khas adalah lendir berbau tidak sedap yang keluar terutama dari satu sisi hidung. Jika mencurigai adanya benda asing, jangan mencoba mengambilnya dengan benda tajam atau memasukkan alat ke dalam hidung karena justru dapat menyebabkan luka.

Luka kecil di dalam hidung, misalnya akibat iritasi atau kebiasaan mengorek hidung, dapat menjadi pintu masuk bakteri. Pada kondisi tertentu, infeksi lokal atau abses juga dapat terbentuk.

Selain ingus yang berbau, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, kerak, atau perdarahan ringan. Jika muncul benjolan yang terasa sakit atau keluhan semakin berat, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.

Masalah pada gigi, terutama infeksi pada gigi geraham atas, juga dapat berhubungan dengan keluhan pada sinus. Hal ini karena akar gigi geraham atas berada cukup dekat dengan rongga sinus maksilaris.

Infeksi yang menyebar ke sinus dapat menyebabkan sinusitis dan membuat lendir dari hidung berbau tidak sedap. Keluhan biasanya dapat disertai sakit gigi, nyeri pada wajah, atau rasa tidak nyaman di area rahang.

Penanganan ingus berbau busuk sebenarnya bergantung pada penyebabnya. Namun, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu menjaga kebersihan hidung dan mengurangi penumpukan lendir.

Salah satunya adalah membersihkan hidung menggunakan larutan saline atau larutan garam khusus hidung. Pembilasan hidung dapat membantu mengeluarkan lendir, alergen, dan kotoran yang menumpuk.

Pastikan produk dan air yang digunakan untuk pembilasan hidung aman serta mengikuti petunjuk penggunaannya. Jangan menggunakan air mentah langsung untuk membilas hidung.

Selain itu, cukup minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Cairan yang cukup dapat membantu menjaga lendir agar tidak terlalu kental sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Menjaga kelembapan udara di ruangan juga dapat membantu jika hidung terasa kering. Hindari pula asap rokok, debu, dan zat lain yang dapat memperparah iritasi hidung.

Jika mengalami pilek atau hidung tersumbat, obat tertentu seperti dekongestan atau antihistamin mungkin dapat digunakan untuk meredakan gejala pada kondisi tertentu. Namun, penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.

Yang tidak kalah penting, hindari memasukkan jari, cotton bud, atau benda lain terlalu dalam ke dalam hidung. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan luka dan justru meningkatkan risiko infeksi.

Ingus berbau busuk yang hanya muncul sebentar saat sedang pilek biasanya tidak selalu menandakan masalah serius. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika bau tidak sedap terus muncul, keluhan semakin parah, atau disertai demam, nyeri wajah yang cukup berat, pembengkakan, mimisan berulang, gangguan penglihatan, atau kesulitan bernapas.

Pada anak, ingus berbau busuk yang hanya keluar dari satu lubang hidung juga perlu mendapat perhatian karena bisa berkaitan dengan benda asing yang tersangkut di dalam hidung.

Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan ingus berbau busuk dapat dilakukan secara lebih tepat. Jadi, jangan hanya berusaha menghilangkan baunya, tetapi cari tahu juga apa yang menyebabkan lendir hidung berubah dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Sumber Rujukan Berita Resmi: antaranews.com (https://www.antaranews.com/berita/5706305/kenapa-ingus-berbau-busuk-ini-7-penyebab-dan-cara-mengatasinya)

Admin

Member penulis di Punyalink — Platform biolink & passive income Indonesia.

Lihat Profil Lengkap →
💬 Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

✍️ Tulis Komentar