Ilustrasi - Dokter membuat tes gula darah di klinik untuk diabetes. ANTARA/Shutterstock/pri. (.) (F) Jakarta (ANTARA) - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari dirinya mengidap diabetes karena gejalanya sering muncul secara perlahan, terutama pada diabetes tipe 2. Akibatnya, penyakit baru terdeteksi setelah menimbulkan komplikasi pada jantung, ginjal, mata, atau saraf. Karena itu, mengenali tanda-tanda diabetes sejak dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Berikut sejumlah gejala diabetes yang perlu diwaspadai, merangkum dari berbagai sumber.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rasa haus yang berlebihan atau terus-menerus menjadi salah satu gejala paling umum diabetes. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine.
Akibatnya, tubuh kehilangan lebih banyak cairan sehingga memicu rasa haus yang tidak biasa, meski sudah minum dalam jumlah cukup.
Jika Anda lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari, kondisi tersebut patut diperhatikan.
Saat kadar gula darah meningkat, ginjal akan mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini membuat produksi urine bertambah sehingga frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Tubuh penderita diabetes kesulitan menggunakan glukosa sebagai sumber energi karena masalah pada hormon insulin.
Akibatnya, sel-sel tubuh kekurangan energi sehingga otak mengirimkan sinyal lapar lebih sering. Kondisi ini membuat seseorang merasa cepat lapar walaupun baru saja makan.
4. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
Penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa menjalani program diet atau meningkatkan aktivitas fisik juga bisa menjadi tanda diabetes, terutama diabetes tipe 1.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Karena tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa sebagai energi, tubuh mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif.
Rasa lelah yang terus-menerus meski sudah beristirahat cukup juga dapat menjadi salah satu gejala diabetes.
Ketika glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi, tubuh akan kekurangan "bahan bakar" sehingga penderita lebih mudah merasa lemas dan kehilangan tenaga.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi lensa mata sehingga menyebabkan penglihatan menjadi buram atau kabur.
Jika tidak ditangani, diabetes dalam jangka panjang juga dapat merusak pembuluh darah di retina dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan yang lebih serius.
Luka kecil yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh juga bisa menjadi tanda diabetes.
Tingginya kadar gula darah dapat mengganggu aliran darah dan menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi, sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat dibandingkan biasanya.
Penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi, seperti infeksi saluran kemih, infeksi jamur pada kulit, atau infeksi di area mulut.
Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri maupun jamur.
9. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu lama dapat merusak saraf, terutama pada tangan dan kaki.
Gejalanya berupa kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau nyeri yang muncul secara bertahap. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.
Pada sebagian penderita diabetes tipe 2, dapat muncul bercak kulit yang lebih gelap dan terasa lebih tebal, terutama di bagian leher, ketiak, atau selangkangan.
Kondisi yang dikenal sebagai acanthosis nigricans ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin dan dapat menjadi salah satu tanda awal diabetes.
Jika mengalami satu atau beberapa gejala di atas, terutama bila disertai riwayat diabetes dalam keluarga, kelebihan berat badan, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan kadar gula darah, seperti gula darah puasa, tes HbA1c, atau tes toleransi glukosa untuk memastikan diagnosis. Semakin cepat diabetes terdeteksi, semakin besar peluang untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi serius.
Gaya hidup sehat berperan penting dalam mencegah diabetes
Diabetes, khususnya tipe 2, dapat dicegah atau ditunda melalui pola hidup sehat. Menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, membatasi makanan tinggi gula, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali.
Mengenali gejala sejak dini juga tidak kalah penting. Jangan mengabaikan tanda-tanda yang tampak ringan, karena penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan organ dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Sumber Rujukan Berita Resmi: antaranews.com (https://www.antaranews.com/berita/5681897/10-gejala-diabetes-yang-sering-diabaikan-jangan-sampai-terlambat)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
✍️ Tulis Komentar