🔥 INFO RESMI
🚀 JASA PEMBUATAN WEBSITE PROFESIONAL (Mulai 700 Rb, 1–3 Hari Jadi)  •  🤝 Komisi Reseller Website 15% (Rp 105rb s/d Rp 375rb+)  •  📰 Tulis Artikel Berita dapat Rp 2.000 / 1.000 views  •  🎬 Join Campaign Clipper dapat Rp 2.000 / 1.000 views  •  🎁 Bonus E-Book Bisnis & 7 Creator Tools Gratis  •  Lihat Paket Jasa →  •  Pelajari Marketing Plan →  •  Daftar Member Gratis → 🚀 JASA PEMBUATAN WEBSITE PROFESIONAL (Mulai 700 Rb, 1–3 Hari Jadi)  •  🤝 Komisi Reseller Website 15% (Rp 105rb s/d Rp 375rb+)  •  📰 Tulis Artikel Berita dapat Rp 2.000 / 1.000 views  •  🎬 Join Campaign Clipper dapat Rp 2.000 / 1.000 views  •  🎁 Bonus E-Book Bisnis & 7 Creator Tools Gratis  •  Lihat Paket Jasa →  •  Pelajari Marketing Plan →  •  Daftar Member Gratis →
punyalink.id
Tren jalan kaki kian populer, apa saja manfaatnya?
Gaya Hidup

Tren jalan kaki kian populer, apa saja manfaatnya?

Ilustrasi berjalan kaki di keseharian. (ANTARA/Pexels/Kaique Rocha) Jakarta (ANTARA) - Belakangan ini, jalan kaki semakin sering dipilih sebagai cara sederhana untuk tetap aktif. Tidak harus masuk pusat kebugaran, membeli peralatan olahraga mahal, atau menyediakan waktu berjam-jam. Cukup mengenakan sepatu yang nyaman dan berjalan beberapa menit, aktivitas fisik sudah bisa dilakukan.

Di media sosial, aktivitas jalan kaki juga semakin mudah ditemukan. Ada yang berjalan kaki pagi hari, setelah makan, sambil mendengarkan musik atau siniar, hingga menjadikannya bagian dari perjalanan sehari-hari menuju kantor.

Tren ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Jalan kaki sudah menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang paling mudah dilakukan. Namun, di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin banyak duduk di depan komputer atau menatap layar, berjalan kaki kembali mendapat perhatian.

Lalu, apa saja manfaat jalan kaki bagi tubuh?

Salah satu alasan orang mulai rutin berjalan kaki adalah keinginan untuk menjaga berat badan. Namun, manfaat aktivitas ini sebenarnya jauh lebih luas.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan berjalan kaki sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hipertensi dan sejumlah jenis kanker.

Berjalan kaki juga dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan paru-paru, terutama jika dilakukan dengan intensitas sedang seperti berjalan cukup cepat hingga napas menjadi lebih aktif.

Artinya, berjalan kaki tidak harus selalu dilakukan dengan tujuan menurunkan berat badan. Aktivitas sederhana ini juga bisa menjadi cara untuk membuat tubuh tidak terlalu lama berada dalam kondisi pasif.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ketika berjalan dengan tempo yang cukup cepat, jantung bekerja lebih aktif untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Jika dilakukan secara rutin, aktivitas fisik seperti berjalan kaki dapat membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. WHO menyebut aktivitas fisik secara teratur berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan hipertensi.

Jalan kaki juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang merasa olahraga berat terlalu sulit untuk dimulai.

Tidak perlu langsung berjalan jauh. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan dan meningkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Pikiran juga bisa ikut terasa lebih ringan

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Manfaat jalan kaki tidak hanya berkaitan dengan fisik.

Aktivitas fisik secara umum juga berhubungan dengan kesehatan mental. WHO menyebut aktivitas fisik dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga mencatat bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi perasaan cemas dan meningkatkan kualitas tidur.

Menariknya, jalan kaki juga bisa dilakukan sambil bersosialisasi. Berjalan bersama teman, pasangan atau keluarga membuat aktivitas tersebut tidak terasa seperti "olahraga" yang harus dipaksakan.

CDC bahkan menyebut kelompok jalan kaki dapat membantu seseorang tetap terhubung secara sosial dengan orang-orang di sekitarnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jadi, manfaatnya bisa berlapis: tubuh bergerak, pikiran mendapat jeda dan hubungan sosial tetap terjaga.

Bagi orang yang sering menghabiskan sebagian besar hari dengan duduk, menambahkan aktivitas fisik sederhana bisa membantu memperbaiki kualitas tidur.

CDC menyebut aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan kualitas tidur. Bahkan, manfaat tertentu seperti perbaikan suasana hati dan pengurangan rasa cemas dapat dirasakan setelah melakukan aktivitas fisik.

Meski begitu, jalan kaki bukan obat instan untuk semua masalah tidur. Pola tidur, konsumsi kafein, stres, lingkungan tidur dan berbagai faktor lainnya tetap memiliki peran.

Satu hal yang sering muncul ketika membicarakan jalan kaki adalah target 10 ribu langkah sehari.

Target tersebut memang populer, tetapi bukan berarti setiap orang harus mencapai angka tersebut agar mendapatkan manfaat kesehatan.

WHO lebih menekankan jumlah dan intensitas aktivitas fisik secara keseluruhan. Untuk orang dewasa berusia 18 hingga 64 tahun, WHO merekomendasikan setidaknya 150 hingga 300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu, atau 75 hingga 150 menit aktivitas intensitas berat.

Jalan kaki dengan intensitas sedang dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi target tersebut.

CDC juga menekankan bahwa orang dewasa yang mengurangi waktu duduk dan melakukan aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun tetap bisa mendapatkan manfaat kesehatan.

Dengan kata lain, tidak perlu menunggu sampai mampu berjalan 10 ribu langkah. Menambah beberapa menit aktivitas dari rutinitas sebelumnya tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Jalan kaki bisa dimasukkan ke aktivitas sehari-hari

Salah satu kelebihan jalan kaki adalah aktivitas ini tidak selalu harus dipisahkan sebagai sesi olahraga.

Misalnya, memilih berjalan kaki ketika jaraknya memungkinkan, menggunakan tangga daripada lift untuk beberapa lantai, berjalan sebentar setelah menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar menyempatkan diri keluar rumah pada pagi dan sore hari.

WHO juga menekankan bahwa aktivitas fisik dapat dilakukan dalam berbagai konteks, termasuk perjalanan, pekerjaan, waktu senggang maupun aktivitas sehari-hari.

Karena itu, konsepnya bukan selalu "harus olahraga", melainkan membuat tubuh lebih sering bergerak.

Meski relatif mudah dilakukan, jalan kaki tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Bagi orang yang jarang berolahraga, memulai dengan durasi pendek dan kecepatan nyaman bisa menjadi pilihan. Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi atau intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap.

Jika muncul nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, pusing berat, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan ketika beraktivitas, sebaiknya hentikan aktivitas dan cari bantuan medis sesuai kebutuhan.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Sumber Rujukan Berita Resmi: antaranews.com (https://www.antaranews.com/berita/5758213/tren-jalan-kaki-kian-populer-apa-saja-manfaatnya)

Admin

Member penulis di Punyalink — Platform biolink & passive income Indonesia.

Lihat Profil Lengkap →
💬 Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

✍️ Tulis Komentar