Warga menggelar tradisi keramas bareng di bantaran Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, Selasa (17/2/2026). Tradisi keramas bareng tersebut sebagai simbol membersihkan diri jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL) Jakarta (ANTARA) - Secara medis, sering keramas tidak memicu kebotakan dini. American Academy of Dermatology (AAD) serta para ahli dermatologi menjelaskan bahwa kebotakan dini (androgenetic alopecia) umumnya disebabkan oleh faktor genetik, perubahan hormon (seperti hormon DHT), usia, stres, dan penyakit tertentu bukan oleh frekuensi penggunaan sampo.
Mengapa banyak orang beranggapan keramas bikin botak?
Meskipun membasuh kepala setiap hari tidak membuat botak secara permanen, kebiasaan keramas yang salah dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh, patah (hair breakage), dan tampak menipis:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Sumber Rujukan Berita Resmi: antaranews.com (https://www.antaranews.com/berita/5776236/benarkah-sering-keramas-bisa-bikin-botak-ini-faktanya)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
✍️ Tulis Komentar